Lansia di Jepang dikenal memiliki harapan hidup yang tinggi. Namun, bukan berarti mereka selalu mudah diajak pergi ke rumah sakit saat sedang sakit. Bahkan, para pekerja kaigo sering menghadapi penghuni yang menolak diperiksa dokter meski kondisinya mulai memburuk.
Mereka tidak mau ke dokter sering dianggap tidak percaya dokter seperti orang tua di Indonesia. Namun, pada kenyataanya, ada faktor-faktor lain yang membuat mereka enggan berobat. Apa alasannya ya?
Lansia Banyak yang Meremehkan Kondisi Kesehatan Diri
Alasan pertama adalah para lansia menganggap diri bisa sehat sendiri. Sebagian lansia di Jepang enggan berobat karena merasa keluhannya hanyalah bagian dari proses penuaan. Rasa pegal, nyeri, atau mudah lelah sering dianggap sebagai hal yang wajar sehingga tidak perlu diperiksa.
Padahal, kalau sudah berumur, pemeriksaan kondisi kesehatan harus dilakukan lebih serius dan berkala. Sayangnya, lansia Jepang malah banyak yang tidak sadar soal ini.
Alasan Sulit Berpergian
Alasan tidak berobat lainnya adalah karena sudah sulit berpergian. Ada lansia Jepang yang kesulitan pergi ke rumah sakit dan akhirnya memutuskan tidak mau berangkat. Kondisi fisik yang menurun, keterbatasan transportasi, atau lokasi fasilitas kesehatan yang cukup jauh membuat mereka memilih tetap berada di rumah.
Tidak Ingin Merepotkan Keluarga
Alasan berikutnya adalah tidak mau jadi beban keluarga. Budaya Jepang mengajarkan untuk tidak merepotkan orang lain. Nilai ini juga memengaruhi banyak lansia ketika sedang sakit.
Mereka sering menahan diri untuk tidak meminta anak atau keluarga mengantar ke rumah sakit karena khawatir menjadi beban. Banyak lansia Jepang yang merasa sedih dan sakit hati, kalau merasa menyusahkan keluarganya.
Lansia Takut Dirawat Inap
Alasan lainnya adalah soal rawat inap. Tidak sedikit lansia Jepang yang takut jika hasil pemeriksaan membuat mereka harus menjalani rawat inap atau kehilangan kemandirian serta kebebasan yang selama ini masih dimiliki.
Selain itu, kalau rawat inap, mereka harus bergantung banyak dengan keluarga di rumah untuk besuk atau menjaga di rumah sakit. Lansia yang tidak mau jadi beban, tentu tidak mau kondisi ini terjadi.
Kadang Memang Keras Kepala
Alasan terakhir cukup sederhana. Ada lansia yang memang keras kepala dan merasa dirinya masih baik-baik saja.
Kalimat seperti “nanti juga sembuh sendiri" atau "tidak perlu ke dokter" cukup sering ditemui oleh para pekerja kaigo di Jepang. Karena itu, kemampuan membujuk dengan sabar menjadi salah satu keterampilan penting dalam pekerjaan ini.
Bagi pekerja kaigo, pengecekan kesehatan lansia di Jepang bukan hanya soal mengantar penghuni ke rumah sakit. Mereka juga harus mengamati perubahan kondisi tubuh, melaporkannya kepada perawat, serta membantu lansia memahami pentingnya pemeriksaan sejak dini.
Pada akhirnya, lansia di Jepang bukan tidak percaya kepada dokter. Banyak yang sebenarnya memahami pentingnya pengobatan, tetapi berbagai faktor seperti kondisi fisik, budaya, hingga keinginan untuk tetap mandiri membuat lansia di Jepang enggan berobat. Inilah alasan mengapa komunikasi yang sabar menjadi bagian penting dalam pengecekan kesehatan lansia di Jepang.
Kredit Gambar: Vitaly Gariev/Unsplash