Kembali Ke Blog
kehidupan di Jepang Aug 21, 2026 79 Views

Kenapa Musim Panas Jepang Bisa Terasa Lebih Menyiksa dari di Indonesia? Ini Faktanya!

A
Ayaka Author
Penulis Resmi AJC
Kenapa Musim Panas Jepang Bisa Terasa Lebih Menyiksa dari di Indonesia? Ini Faktanya!

Pernah membayangkan suhu musim panas Jepang hanya seperti musim kemarau di Indonesia? Kalau iya, kamu mungkin akan sedikit kaget ketika pertama kali datang pada bulan Juli atau Agustus.

Jepang memang tidak selalu lebih panas daripada Indonesia. Namun, kombinasi suhu tinggi, kelembapan, sinar matahari dan kondisi lingkungan tertentu bisa membuat tubuh terasa jauh lebih cepat kepanasan.

Panas di Jepang Gak Bisa Dibayangkan Hanya Dari Angka Suhu

Ketika melihat cuaca Jepang, jangan hanya melihat angka 35°C lalu membandingkannya dengan Indonesia. Tubuh manusia juga dipengaruhi kelembapan dan panas radiasi dari lingkungan. Karena itu, Jepang menggunakan WBGT (Wet Bulb Globe Temperature) untuk mengukur tekanan panas dengan mempertimbangkan suhu, kelembapan dan radiasi.

Artinya, suhu 30°C pun belum tentu terasa ringan. Kalau kelembapannya tinggi dan kondisi lingkungan membuat keringat sulit menguap, tubuh akan lebih sulit mendinginkan diri. Inilah yang membuat kondisi gerah di Jepang bisa terasa mengejutkan bagi WNI yang baru pertama kali datang.

Kelembapan di Jepang Membuat Panas Makin Menyiksa

Bayangkan kamu berkeringat ketika berjalan di luar. Biasanya keringat menguap dan membantu tubuh membuang panas. Namun ketika udara sangat lembap, proses tersebut menjadi kurang efektif. Kementerian Lingkungan Jepang menjelaskan bahwa kelembapan tinggi membuat keringat lebih sulit menguap sehingga risiko gangguan akibat panas meningkat.

Itulah sebabnya Jepang menggunakan WBGT sebagai salah satu indikator penting untuk pencegahan heatstroke. Menurut pedoman Kementerian Lingkungan Jepang, WBGT 28 sampai di bawah 31 sudah masuk kategori kondisi yang membutuhkan kewaspadaan tinggi, sedangkan 31 atau lebih masuk kategori bahaya untuk aktivitas fisik.

Panas Ekstrim di Jepang Memang Semakin Serius Efeknya ke Masyarakat

Kalau kamu merasa berita tentang panas ekstrim di Jepang semakin sering muncul, itu bukan sekadar perasaan. Badan Meteorologi Jepang mencatat adanya tren kenaikan suhu musim panas dalam jangka panjang. Bahkan musim panas 2025 menjadi salah satu periode panas paling ekstrem dalam sejarah pengamatan Jepang.

Kondisi seperti ini membuat pemerintah Jepang semakin serius menangani risiko heatstroke. Kementerian Lingkungan menyediakan pemantauan WBGT secara nasional dan sistem peringatan panas untuk membantu masyarakat menghindari aktivitas berisiko.

Jadi, panas musim panas bukan lagi sekadar persoalan tidak nyaman. Bagi pekerja outdoor, lansia dan orang yang melakukan aktivitas fisik berat, panas bisa menjadi masalah keselamatan.

Apakah WNI Akan Kuat Hadapi Panas di Jepang?

Menariknya, jawabannya tidak selalu sama untuk setiap orang. WNI memang terbiasa dengan iklim tropis. Namun, seseorang yang baru bekerja di Jepang bisa mengalami perbedaan kondisi berdasarkan lokasi, jenis pekerjaan dan seberapa lama tubuh beradaptasi.

Pekerja konstruksi misalnya, akan menghadapi panas berbeda dibandingkan pekerja yang sepanjang hari berada di ruangan ber-AC. Jangan berpikiran WNI yang biasa hadapi panas di negara tropis pasti langsung kuat kerja di panas Jepang! Justru ketika WBGT tinggi, pemerintah Jepang menyarankan istirahat dan pengurangan aktivitas fisik.

Jadi, Seberapa Panas Musim Panas Jepang?

Kesimpulannya, suhu musim panas Jepang tidak otomatis lebih panas daripada Indonesia. Yang membuatnya berbahaya adalah kombinasi beberapa faktor, terutama suhu tinggi, kelembapan, paparan sinar matahari dan kondisi lingkungan.

Bahkan Kementerian Lingkungan Jepang menyediakan data WBGT secara berkala untuk membantu masyarakat mengetahui tingkat risiko panas di berbagai wilayah. Jadi, kalau suatu hari kamu bekerja atau tinggal di Jepang saat musim panas, jangan hanya mengecek suhu.

Cek juga kelembapan dan WBGT sebelum melakukan aktivitas berat di luar ruangan. Karena ketika musim panas Jepang mulai ekstrem, mengetahui angka suhu saja tidak cukup untuk memahami seberapa berat panas yang sedang kamu hadapi.

Kredit Gambar: Margo Evardson/Unsplash

 

Bagikan Artikel Ini