Kembali Ke Blog
kehidupan di Jepang Aug 14, 2026 110 Views

6 Alasan WNI Bisa Merasa Gaji di Jepang Kurang untuk Hidup, Pada Boros Ya?

A
Ayaka Author
Penulis Resmi AJC
6 Alasan WNI Bisa Merasa Gaji di Jepang Kurang untuk Hidup, Pada Boros Ya?

Mendengar gaji kerja di Jepang yang jauh lebih besar daripada Indonesia tentu membuat banyak orang tertarik. Namun, pernah tidak kamu bertanya kenapa ada pekerja WNI yang sudah bekerja di Jepang tetapi merasa gajinya masih kurang?

Bukan berarti gajinya kecil. Ada beberapa kondisi yang bisa membuat uang terasa cepat habis setelah menerima gaji.

1. Ekspektasi Gaji Terlalu Tinggi

Salah satu penyebabnya bisa berasal dari ekspektasi sebelum berangkat. Ketika melihat gaji Jepang jika dikonversikan ke rupiah, nominalnya memang terlihat sangat besar.

Namun, jangan lupa bahwa pekerja di Jepang menerima penghasilan dalam yen dan membayar kebutuhan sehari-hari menggunakan yen.

Setelah memperhitungkan potongan serta kebutuhan hidup, uang yang tersisa tentu berbeda dengan angka gaji yang pertama kali dilihat.

2. Punya Cicilan Dana Talangan

Ada pekerja yang berangkat menggunakan pembiayaan atau dana talangan untuk membantu biaya keberangkatan.

Jika memiliki cicilan, sebagian penghasilan setiap bulan tentu harus digunakan untuk membayarnya. Akibatnya, uang yang bisa digunakan untuk kebutuhan pribadi dan ditabung menjadi lebih sedikit.

Makanya, banyak WNI yang akhirnya memilih memasak sendiri biar tetap hemat. Kondisi ini tentu tidak dialami semua WNI, tetapi bisa menjadi salah satu alasan gaji terasa kurang.

3. Terlalu Sering Jajan

Jepang punya banyak makanan menarik yang membuat pengeluaran kecil terasa menyenangkan. Mulai dari konbini, restoran, kafe sampai kuliner khas daerah, semuanya bisa menjadi godaan.

Sekali membeli mungkin tidak terasa mahal. Namun, kalau dilakukan hampir setiap hari, pengeluaran tersebut bisa menjadi besar.

4. Kurang Bisa Mengatur Pengeluaran

Selain makanan, ada banyak pengeluaran lain yang bisa membuat uang cepat habis. Jalan-jalan, membeli barang elektronik, hobi, pakaian atau berbagai keinginan pribadi perlu diperhitungkan.

Karena itu, mengatur uang saat kerja di Jepang menjadi kemampuan penting. Bukan berarti harus pelit, tetapi tahu mana kebutuhan dan mana keinginan.

5. Terlalu Banyak Mengirim Uang ke Rumah

Mengirim uang kepada keluarga tentu menjadi salah satu alasan orang Indonesia bekerja ke Jepang. Namun, jumlahnya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan sendiri.

Jangan sampai terlalu banyak mengirim uang hingga kebutuhan hidup di Jepang justru menjadi sulit dipenuhi.

6. Biaya Tinggal di Jepang Cukup Besar

Terakhir, jangan lupakan biaya hidup di Jepang. Pekerja yang tinggal di asrama perusahaan mungkin memiliki pengeluaran berbeda dengan mereka yang menyewa apartemen sendiri.

Sewa tempat tinggal, listrik, air, gas, transportasi dan kebutuhan sehari-hari semuanya perlu masuk perhitungan.

Jadi, ketika ada WNI mengatakan gaji kerja di Jepang terasa kurang, bukan berarti penghasilannya selalu kecil. Bisa saja pengeluaran, cicilan, kiriman keluarga dan gaya hidup membuat uang yang tersisa menjadi sedikit.

Karena itu, sebelum berangkat, jangan hanya menghitung berapa besar gaji yang akan diterima. Pelajari juga cara mengatur penghasilan dan biaya hidup di Jepang agar bekerja di Jepang benar-benar bisa menghasilkan tujuan yang kamu inginkan.

Kredit Gambar: Alicia Christin Gerald/Unsplash

Bagikan Artikel Ini