Setiap bulannya, ada konten sosmed yang bahas soal masalah WNI kabur di Jepang. Hal ini sangat disayangkan. Soalnya, Setiap tahun, ribuan orang Indonesia berangkat bekerja ke Jepang melalui jalur resmi dengan perjuangan tinggi.
Namun, setelah banyak berjuang, mengapa ada kasus kabur ini? Mengapa gak sungguh-sungguh kerja di Jepang? Mengapa ada sebagian orang yang memilih mengambil keputusan tersebut? Yuk, bahas di sini biar jadi pelajaran bersama!
Kabur Karena Merasa Pekerjaan di Jepang Tidak Sesuai dengan Harapan
Salah satu penyebab yang cukup sering terjadi adalah perbedaan antara harapan dan kondisi kerja yang sebenarnya.
Ada yang membayangkan pekerjaan di Jepang akan terasa lebih ringan. Setelah mulai bekerja, mereka baru menyadari bahwa budaya kerja di Jepang menuntut disiplin, ketelitian, dan tanggung jawab yang tinggi.
Karena itu, sebelum berangkat sebaiknya pahami isi kontrak dan cari tahu seperti apa pekerjaan yang akan dijalani. Semakin banyak informasi yang dimiliki, semakin kecil kemungkinan muncul rasa kecewa setelah tiba di Jepang.
Tergiur Tawaran Gaji yang Lebih Tinggi
Ada juga pekerja yang memilih kabur kerja di Jepang karena tergoda tawaran pekerjaan lain dengan gaji yang terlihat lebih besar.
Padahal, berpindah pekerjaan tanpa mengikuti aturan dapat menimbulkan masalah pada status izin tinggal maupun kontrak kerja. Jika memang ingin mencari peluang baru, lakukan melalui prosedur yang berlaku agar tetap aman dan legal.
Sulit Beradaptasi dengan Lingkungan Baru
Tidak sedikit pekerja WNI tidak kerasan di Jepang karena masih dalam proses beradaptasi. Mulai dari cuaca yang berbeda, makanan, budaya kerja, hingga rasa rindu kepada keluarga bisa membuat seseorang merasa tertekan, terutama pada bulan-bulan pertama. Kalau tidak kuat beradaptasi, besar kemungkinan WNI tersebut akan kabur!
Di sinilah pentingnya belajar bahasa Jepang dan mempersiapkan mental sejak masih di Indonesia. Kemampuan berkomunikasi yang baik biasanya membuat proses adaptasi menjadi jauh lebih mudah.
Jangan Memendam Masalah Sendiri
Kalau menghadapi kesulitan di tempat kerja, jangan langsung berpikir untuk kabur. Cobalah berdiskusi dengan atasan, pembimbing, Sending Organization (SO), OTIT, atau lembaga pendamping lainnya. Sebagian besar masalah justru bisa diselesaikan melalui komunikasi yang baik tanpa harus mengambil keputusan yang merugikan diri sendiri.
Persiapan Sebelum Berangkat Sangat Menentukan
Banyak orang fokus mengejar keberangkatan, tetapi lupa mempersiapkan diri. Padahal memahami budaya kerja Jepang, belajar bahasa Jepang, menjaga kondisi fisik, dan mengetahui isi kontrak merupakan bekal yang sangat penting. Persiapan seperti inilah yang membantu calon pekerja lebih siap menghadapi kehidupan di Jepang.
Kabur Bukan Solusi, Persiapan Adalah Kuncinya
Kasus masalah WNI kabur di Jepang bisa menjadi pelajaran bagi siapa saja yang ingin bekerja di Negeri Sakura.
Daripada tergesa-gesa berangkat hanya karena ingin segera bekerja, lebih baik gunakan waktu untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Kalau memahami kondisi kerja sejak awal, menjaga komunikasi, dan memilih jalur resmi, peluang menyelesaikan kontrak dengan baik tentu akan jauh lebih besar.
Pada akhirnya, pengalaman bekerja di Jepang bukan hanya soal mencari penghasilan, tetapi juga kesempatan untuk belajar, berkembang, dan pulang membawa bekal yang bermanfaat bagi masa depan. Mudah-mudahan kalau setiap WNI sudah persiapan baik, masalah WNI kabur di Jepang bisa hilang!