Pernah dengar cerita pemagang yang bagus dari segi bahasa Jepang skill kerja dan fisik tapi malah gak kuat di Jepang. Dirinya berhasil berangkat ke Jepang dan bahkan sudah menikmati hasil di sana! Namun, kenapa beberapa bulan kemudian justru ingin pulang?
Faktanya, tantangan terbesar saat bekerja di Jepang sering kali bukan soal angkat barang, kerja lembur, atau cuaca dingin. Justru yang paling sering menguji seseorang adalah mentalnya.
Makanya, kalau sedang mencari bisa bertahan lama kerja di Jepang, jangan hanya fokus melatih skill bahasa, fisik dan skill kerja. Mental dan pola pikir juga harus dipersiapkan sejak sekarang!
Jangan Berangkat Tanpa Tahu Pahit Manis Kerja di Jepang!
Banyak anak muda Indonesia bermimpi bekerja di Jepang. Hal ini tentu saja wajar. Gajinya menarik, negaranya maju, transportasinya nyaman, dan lingkungannya terkenal tertib.
Namun lebih baik kalau pakai pengetahuan perimbang. Jangan Cuma tahu manis-nya saja. Pastikan cari info pahit-nya juga. Kamu datang ke Jepang untuk tempat kerja dan tempat kerja gak mungkin hanya manis saja yang dirasakan!
Saat di Jepang, kamu akan menghadapi target kerja, aturan perusahaan, tekanan pekerjaan, dan tanggung jawab yang tidak sedikit. Kalau dari awal membayangkan Jepang seperti tempat wisata atau dunia anime ataupun gaji besar saja, rasa kagetnya bisa cukup besar saat sudah benar-benar tinggal di sana.
Persiapan Mental untuk Magang Jepang Sama Pentingnya dengan Belajar Bahasa
Belajar bahasa Jepang untuk kerja di sana itu wajib, tapi bukan berarti itu hany satu-satunya yang jadi fokus belajar. Kamu harus bisa aspek hidup lain di Jepang. Bahasa hanya sebagai alat saja untuk bisa lebih baik bekerja dan hidup di sana.
Bisa kamu bayangkan kalau di Jepang kamu tinggal ribuan kilometer dari rumah. Kamu harus mandiri karena tidak bisa pulang kapan saja dan tentunya tidak ada orang tua yang membantu saat sakit.
Kamu juga harus beradaptasi dengan budaya, cuaca, dan lingkungan yang benar-benar baru. Gak bisa manja pokoknya!
Nah, untuk bisa sesuaikan semua aspek itu, kamu harus berani sosialisasi dengan orang sana. Harus berani bicara ke klinik kalau sakit dan beli obat. Harus berani lapor ke pemilik apato kalau ada masalah dan tentunya harus laporan ke bos soal hasil kerja. Semua harus berani kamu lakukan sendiri!
Inilah alasan kenapa persiapan mental untuk magang Jepang sangat penting. Mulailah melatih kemandirian dari sekarang. Biasakan mengatur uang sendiri, mengurus kebutuhan pribadi, dan menyelesaikan masalah tanpa selalu bergantung pada orang lain.
Belajar Bahasa Jepang Jangan Sekadar untuk Lulus Tes
Banyak peserta semangat belajar bahasa Jepang karena ingin lolos wawancara atau proses seleksi buat kerja Jepang. Padahal setelah sampai di Jepang, tantangan sebenarnya justru baru dimulai.
Kamu harus memahami instruksi kerja, membaca pengumuman, berbicara dengan atasan, hingga berkomunikasi dengan rekan kerja setiap hari. Sering kali masalah kecil menjadi besar hanya karena salah memahami bahasa.
Makanya, jangan belajar bahasa Jepang hanya untuk mengejar sertifikat. Anggap bahasa sebagai alat yang akan membantu kamu bertahan dan berkembang selama bekerja di sana.
Kena Marah di Jepang Bukan Berarti di Benci
Nah, ini yang sering membuat pemagang baru stress. Saat mendapat peringatan atau dimarahi banyak yang langsung merasa gagal dan merana. Padahal belum tentu begitu.
Budaya kerja Jepang memang terkenal cukup tegas, terutama jika menyangkut keselamatan kerja, kualitas pekerjaan, atau kedisiplinan. Jadi jangan dicap asal galak! Bagi mereka, kesalahan kecil bisa berdampak besar pada pekerjaan tim. Jadi ini juga untuk kebaikan para pekerja lain.
Jadi kalau suatu hari mendapat teguran, jangan buru-buru berkecil hati. Dengarkan, perbaiki, lalu tunjukkan bahwa kamu bisa berkembang. Banyak pekerja Indonesia yang akhirnya sukses di Jepang justru pernah mengalami fase seperti ini.
Di Jepang Harus Mau Terus Belajar
Kalau dipikir-pikir, orang yang sukses bekerja di Jepang bukan selalu yang paling pintar, paling lancar bahasa Jepang atau paling kuat fisiknya. Sering kali mereka adalah orang yang mau belajar, mau beradaptasi, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi masalah.
Karena itu, tips kuat kerja di Jepang yang paling penting sebenarnya cukup sederhana, yaitu melakukan persiapan matang, siapkan mental, terus belajar, dan jangan takut menghadapi tantangan. Kalau pegang kunci ini, dijamin kamu bisa kelola stress lebih baik dan lebih lancar kerja di Jepang!
Kredit Gambar: Kazuhiro Yoshimura/Unsplash