Kerja di Jepang bukan cuma soal bisa menjalankan pekerjaan. Kamu juga harus memahami bahasa, aturan, dan cara hidup di Jepang agar tidak salah langkah setelah tiba di sana.
Karena itu, pemerintah Jepang sedang menyiapkan program pelatihan bahasa dari pemerintah Jepang untuk membantu warga asing memahami bahasa Jepang sekaligus sistem dan aturan lokal. Program ini masih dalam tahap perancangan dan ditargetkan mulai diuji coba pada tahun fiskal 2028.
Kenapa Jepang Membuat Program Pelatihan Bahasa Ini?
Jumlah warga asing yang tinggal dan bekerja di Jepang terus bertambah. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga melihat munculnya berbagai masalah antara warga asing dan masyarakat lokal akibat perbedaan pemahaman aturan maupun cara hidup.
Karena itu, pemerintah ingin menyediakan pembelajaran yang lebih sistematis. Bukan hanya bahasa Jepang, tetapi juga informasi mengenai aturan dan kehidupan sehari-hari agar warga asing bisa beradaptasi lebih baik.
Inilah yang membuat program pelatihan bahasa dari pemerintah Jepang menarik diperhatikan oleh calon pekerja Indonesia.
Aturan Baru untuk Masuk Jepang Makin Memperhatikan Bahasa
Perubahan ini juga sejalan dengan munculnya aturan baru untuk masuk Jepang melalui sistem Ikusei Shuro.
Mulai 1 April 2027, Ikusei Shuro akan menggantikan sistem Technical Intern Training. Peserta tidak diwajibkan sudah memiliki kemampuan bahasa Jepang tertentu untuk masuk, tetapi sebelum mulai bekerja mereka harus memiliki kemampuan minimal A1, kira-kira setara N5, atau mengikuti kursus A1 minimal 100 jam.
Selama tiga tahun, peserta juga ditargetkan berkembang hingga A2. Jadi, kemampuan bahasa bukan lagi sekadar tambahan, tetapi menjadi bagian dari proses pengembangan pekerja.
Apakah Pelatihan Ini Khusus untuk Ikusei Shuro?
Banyak yang penasaran apakah program ini akan ditujukan bagi peserta Ikusei Shuro tahun 2027. Soalnya, aturan ini selaras dengan visi aturan Ikusei Shuro yang ingin naikan level bahasa para pekerja yang masuk ke Jepang. Namun, jawaban yang sementara bisa diambil adalah belum tentu. Ini bagian yang jangan sampai salah dipahami!
Program pemerintah yang sedang dirancang ditujukan untuk warga asing secara lebih luas. Sementara program Ikusei Shuro di Jepang sudah memiliki ketentuan pelatihan bahasa tersendiri, termasuk kursus A1 setelah masuk Jepang dan kesempatan mengikuti pelatihan menuju A2.
Bagaimana dengan pekerja Tokutei Ginou yang umumnya sudah memiliki kemampuan N4 atau lebih tinggi? Mereka belum tentu menjadi sasaran khusus program baru ini, tetapi tetap bisa mendapatkan manfaat jika program tersebut nantinya dibuka secara luas.
Jadi, jangan menganggap pemerintah Jepang sedang membuat program khusus kelas N5 untuk Ikusei Shuro! Programnya masih dirancang, sedangkan kewajiban bahasa Ikusei Shuro sudah memiliki aturan sendiri.
Bagi WNI yang ingin kerja ke Jepang, pesannya cukup jelas. Belajar bahasa Jepang sebelum berangkat akan semakin penting, karena kemampuan bahasa bukan hanya membantu lolos persyaratan, tetapi juga menentukan seberapa mudah kamu beradaptasi setelah sampai di Jepang.
Kredit Gambar: little plant/Unsplash