Apakah kamu pernah dengar masalah aruki sumaho di Jepang? Istilah ini menjadi momok masalah para pejalan kaki di sana! Bagi yang tidak tahu aruki sumaho (歩きスマホ) berarti berjalan sambil menggunakan smartphone.
Bagi orang Indonesia, hal ini gak aneh tentunya. Namun, kalau di Jepang, ini jadi masalah serius. Bahkan bahasan masalah aruki sumaho di Jepang memicu rangkaian tindakan dari pemerintah daerah!
Kenapa Aruki Sumaho Jadi Masalah di Jepang?
Sekilas, berjalan sambil melihat layar HP memang terlihat sepele. Namun saat perhatian fokus ke smartphone, kemampuan seseorang untuk memperhatikan lingkungan sekitar akan berkurang. Akibatnya, risiko tersandung, menabrak orang lain, atau bahkan mengalami kecelakaan menjadi lebih tinggi.
Inilah yang membuat masalah pejalan kaki main smartphone di Jepang terus mendapat perhatian dari pemerintah daerah, operator kereta, hingga perusahaan telekomunikasi. Di Jepang yang dominan orang berjalan kaki, tentu masalah ini jadi lebih serus!
Kalau kamu pernah naik kereta di Jepang, mungkin pernah melihat poster atau pengumuman yang meminta penumpang berhenti sejenak sebelum menggunakan smartphone. Peringatan itu ditujukan agar pengguna HP tetap aman saat jalan kaki. Sebisa mungkin merapat ke dinding atau area lain untuk cek HP.
Bukan Cuma Berbahaya untuk Diri Sendiri
Hal yang menarik, dampak aruki sumaho tidak hanya dirasakan oleh si pengguna HP. Bahaya-nya dirasakan semua orang!
Di stasiun yang ramai atau trotoar padat, orang yang berjalan sambil menatap layar sering tidak sadar ada orang lain di sekitarnya. Akibatnya mereka bisa menabrak pejalan kaki lain, berhenti mendadak, atau menghalangi arus orang yang sedang berjalan.
Bayangkan kamu sedang menyeberang lampu merah di kerumunan jalan ramai Jepang. Namun, tiba-tiba orang di depan kamu berhenti untuk cek HP. Kamu yang harus segera menyeberang pasti kesusahan. Apalagi kamu didorong orang banyak lain di belakang. Inilah salah satu skenario aruki sumaho jadi masalah di sana.
Kelompok yang paling rentan biasanya adalah anak-anak, lansia, dan pengguna kursi roda karena mereka lebih sulit menghindari benturan yang terjadi secara tiba-tiba.
Sampai Ada Aturan Khusus
Keseriusan Jepang menangani masalah aruki sumaho di Jepang terlihat dari langkah beberapa pemerintah daerah.
Kota Yamato di Prefektur Kanagawa bahkan pernah memperkenalkan aturan yang mendorong masyarakat untuk tidak menggunakan smartphone sambil berjalan di ruang publik. Tujuannya bukan untuk menghukum, melainkan meningkatkan kesadaran masyarakat.
Langkah ini menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut dianggap sebagai persoalan keselamatan yang nyata.
Jepang Umumnya Aman, Tapi Kesadaran Jaga Diri Tetap Penting
Banyak orang menganggap aman jalan kaki di Jepang karena trotoarnya rapi dan lalu lintasnya tertib Namun kenyamanan itu juga bergantung pada perilaku para pejalan kaki.
Maka dari itu, saat ingin membaca pesan, membuka peta, atau membalas chat, masyarakat Jepang lebih dianjurkan untuk berhenti sejenak daripada tetap berjalan sambil menatap layar.
Kelihatannya sederhana, tapi kebiasaan kecil inilah yang membantu menjaga ruang publik Jepang tetap aman dan nyaman untuk semua orang. Pastikan kamu hindari masalah aruki sumaho di Jepang. Sebisa mungkin kamu harus bisa adaptasi dengan aturan pakai HP di sana!
Kredit Gambar: Shawn Tung/Unsplash