Kalau mendengar Jepang, banyak orang langsung membayangkan negara maju dengan teknologi canggih, transportasi modern, dan usia harapan hidup yang tinggi. Namun, di balik semua itu, ada masalah sosial yang terus menjadi perhatian.
Jumlah lansia di Jepang meninggal sendirian terus bertambah dari tahun ke tahun. Dalam beberapa kasus, seseorang meninggal di rumah dan baru ditemukan beberapa hari, minggu, bahkan berbulan-bulan kemudian.
Di Jepang, fenomena ini dikenal dengan istilah kodokushi atau fenomena mati sendirian.
Jumlah Lansia yang Tinggal Sendiri Semakin Banyak
Salah satu penyebab utamanya adalah perubahan struktur masyarakat Jepang. Saat ini Jepang memiliki salah satu populasi tertua di dunia. Seiring bertambahnya usia masyarakat, jumlah rumah tangga yang hanya dihuni satu orang juga terus meningkat.
Banyak lansia hidup sendiri karena pasangan sudah meninggal, anak tinggal di kota lain, atau memang memilih hidup mandiri.
Akibatnya, ketika terjadi masalah kesehatan mendadak atau kecelakaan di rumah, tidak selalu ada orang yang bisa segera memberikan bantuan.
Data Terbaru Masih Sangat Tinggi
Masalah ini bukan sekadar cerita yang sering muncul di media. Data Kepolisian Nasional Jepang menunjukkan sebanyak 76.020 orang ditemukan meninggal sendirian di rumah sepanjang 2024. Dari jumlah tersebut, sekitar 76 persen berusia 65 tahun ke atas.
Pada 2025, jumlahnya kembali tinggi dengan 76.941 kasus. Hampir 59.000 di antaranya merupakan lansia berusia 65 tahun ke atas.
Data ini menunjukkan bahwa masalah lansia di Jepang masih menjadi tantangan besar yang belum berhasil diselesaikan sepenuhnya.
Bukan Sekadar Karena Kesepian
Banyak orang mengira semua kasus ini terjadi karena lansia merasa kesepian. Padahal kenyataannya lebih kompleks.
Selain faktor usia, fenomena ini juga dipengaruhi oleh menurunnya interaksi sosial, kondisi kesehatan yang memburuk, serta keluarga yang tinggal berjauhan karena pekerjaan atau alasan ekonomi.
Jadi seseorang bisa saja masih memiliki keluarga yang peduli, tetapi tetap berisiko mengalami fenomena mati sendirian karena tidak ada yang tinggal bersama mereka.
Jepang Terus Mencari Solusi
Melihat kondisi ini, berbagai daerah di Jepang mulai mencoba solusi baru. Ada yang memasang sensor aktivitas di rumah lansia, menyediakan layanan telepon rutin, hingga mengadakan kunjungan relawan untuk memastikan kondisi mereka tetap terpantau.
Di sisi lain, kebutuhan tenaga Kaigo juga terus meningkat karena mereka menjadi bagian penting dalam mendampingi para lansia.
Pada akhirnya, meningkatnya lansia di Jepang meninggal sendirian menunjukkan bahwa tantangan terbesar Jepang saat ini bukan hanya soal umur panjang. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menjaga jutaan lansia tetap terhubung dengan masyarakat di tengah perubahan kondisi penduduk lansia Jepang yang semakin menua. Jadi gak heran kalau layanan kaigo di Jepang jadi makin dibutuhkan!
Kredit Gambar: jason hu/Unsplash