Magang di Jepang memang harus hemat agar bisa menabung banyak sebelum pulang ke Indonesia. Nah, salah satu caranya adalah memanfaatkan alternatif nasi di Jepang!
Bagi banyak orang Indonesia yang tinggal di Jepang, nasi sering terasa seperti makanan yang tidak tergantikan. Mau sarapan pakai nasi. Makan siang pakai nasi. Bahkan setelah seharian makan roti atau mi, banyak yang merasa belum makan karena gak menyantap nasi.
Kebiasaan ini harus kamu kontrol biar tetap bisa hemat makan sehari-hari di Jepang. Walaupun beras di sana cukup mudah dibeli, harganya kadang-kadang naik banyak. Kalau di kondisi seperti itu, coba alternatif nasi agar tetap bisa hidup magang di Jepang dengan hemat!
Harga Beras di Jepang Pernah Naik dan Bisa Terjadi Lagi
Salau mengikuti perkembangan ekonomi Jepang, kamu mungkin tahu bahwa harga beras sempat mengalami kenaikan cukup signifikan sepanjang 2024 hingga 2026. Penyebabnya bermacam-macam. Mulai dari kondisi cuaca, distribusi, hingga perubahan situasi pasar.
Akibatnya, banyak keluarga Jepang mulai lebih memperhatikan pengeluaran untuk bahan makanan pokok. Sebagian memilih membeli beras dalam jumlah besar saat ada promo, sementara yang lain mulai mengombinasikan nasi dengan makanan pokok lain.
Nah, bayangkan kalau kamu magang di saat harga naik banyak seperti itu. Pengeluaran beras kamu bisa jadi penguras pendapatan. Namun, saat tidak terpaku harus makan nasi, kamu bisa cari alternatif hemat lain. Cara hidup hemat di Jepang ada banyak selama kamu fleksibel cari solusi!
Tidak Harus Bergantung pada Satu Sumber Karbohidrat di Jepang
Banyak orang Jepang sudah mengubah kebiasaan makan mereka sehingga tidak tergantung nasi. Alternatif nasi di Jepang banyak opsi dan cita rasanya gak kalah enak.
Kamu bisa cek data Survei Konsumsi Nasi di Jepang dan menemukan kalau tahun ke tahun konsumsinya menyusut. Jadi, orang Jepang aja mulai mengurangi kebiasaan makan nasi untuk diversifikasi karbohidrat.
Beberapa contoh alternatif karbohidrat yang paling umum dan mudah ditemukan di Jepang adalah:
· Pasta kering
· Udon kering
· Soba
· Roti tawar
· Kentang
· Oatmeal
Keuntungan memiliki beberapa pilihan makanan pokok adalah kamu bisa lebih fleksibel saat harga salah satu bahan sedang naik. Waktu belanja di supermarket Jepang, kamu bisa manfaatkan diskon pada bahan makanan di atas jika mau hemat juga!
Pasta dan Udon Bisa Menjadi Pilihan Paling Ramah Kantong
Saat magang di Jepang, apa-apa harus hemat. Kalau memilih opsi karbohidrat alternatif yang paling murah, pasta dan udon bisa jadi pilihan.
Pasta kering biasanya dijual dalam kemasan besar dengan harga yang cukup terjangkau. Begitu juga dengan udon dan soba yang banyak tersedia di supermarket Jepang. Menariknya, bahan-bahan ini cukup mudah diolah menjadi berbagai menu.
Hari ini bisa dibuat pasta sederhana. Besok bisa jadi udon kuah hangat. Jadi tidak mudah bosan meskipun sedang berusaha menghemat pengeluaran.
Masak Sendiri Lebih Penting daripada Mengganti Nasi
Banyak orang langsung fokus mencari pengganti nasi saat mendengar harga beras naik. Padahal kalau dihitung-hitung, pengeluaran terbesar sering kali bukan berasal dari nasi. Melainkan dari kebiasaan membeli makanan jadi. Misalnya:
· Membeli bento setiap hari
· Sering makan di restoran
· Terlalu sering membeli makanan di konbini
Sebaliknya, memasak sendiri hampir selalu lebih hemat. Baik itu nasi, pasta, udon, maupun soba, semuanya akan jauh lebih murah jika dimasak sendiri dibanding membeli makanan siap santap.
Kombinasikan Berbagai Makanan Agar Lebih Variatif
Siapa bilang hidup hemat di Jepang harus monotone makan yang sama dan murah terus. Masyarakat Jepang sendiri banyak yang tidak terpaku pada satu jenis makanan pokok.
Misalnya saja, opsi makanan kombinasi seperti ini:
· Sarapan dengan nasi
· Makan siang dengan pasta
· Makan malam dengan udon atau soba
Cara seperti ini membuat pola makan lebih bervariasi sekaligus membantu mengatur pengeluaran ketika harga salah satu bahan sedang naik. Selain lebih hemat, menu harian juga terasa tidak monoton.
Tetap Bisa Hemat dengan Eksplorasi Makanan Selain Nasi
Kenaikan harga beras memang membuat banyak orang mulai melirik alternatif makanan pokok lain. Namun, bukan berarti kamu harus berhenti makan nasi sepenuhnya. Selama kamu mau coba alternatif lain saat harga beras mahal, kamu pasti bisa berhemat selama magang di Jepang!
Bila memanfaatkan pasta, udon, soba, atau bahan lain saat diperlukan, pengeluaran makan bisa menjadi lebih fleksibel tanpa harus mengubah kebiasaan secara drastis.
Pada akhirnya, hidup hemat di Jepang bukan soal menghindari nasi. Pastikan pintar-pintar menyesuaikan menu dengan kondisi harga dan kebutuhan sehari-hari selama magang di Jepang!
Kredit Gambar: Buddy AN/Unsplash