Kembali Ke Blog
kerja Jepang Jun 25, 2026 228 Views

Apakah Kerja ke Jepang Tetap Bisa Meski Punya Mata Minus dan Silinder? Ini Faktanya!

A
Ayaka Author
Penulis Resmi AJC
Apakah Kerja ke Jepang Tetap Bisa Meski Punya Mata Minus dan Silinder? Ini Faktanya!

Banyak orang langsung minder saat ingin kerja ke Jepang karena punya mata minus, silinder, atau mata plus. Bahkan ada yang memilih mengurungkan niat sebelum mencari informasi lebih lanjut karena mengira kondisi matanya pasti membuat gagal seleksi.

Padahal, anggapan itu belum tentu benar. Faktanya, sudah banyak orang Indonesia yang tetap berhasil berangkat ke Jepang meski menggunakan kacamata. Yang terpenting bukan sekadar minus atau tidaknya mata, tetapi apakah kondisi tersebut masih memenuhi standar kesehatan program yang dipilih.

Mata Minus Bukan Berarti Tidak Bisa Kerja ke Jepang

Pertanyaan seperti "Apakah mata minus bisa kerja ke Jepang?" memang sering muncul. Jawabannya adalah bisa, asalkan kondisi penglihatan masih dapat dikoreksi dan tidak mengganggu pekerjaan yang akan dilakukan.

Setiap jalur memiliki aturan fisik yang berbeda. Ada perusahaan yang membutuhkan ketelitian visual lebih tinggi sehingga pemeriksaan mata dilakukan lebih ketat. Namun ada juga pekerjaan yang tetap menerima peserta berkacamata selama mampu bekerja dengan aman.

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan diri tidak memenuhi syarat hanya karena mendengar pengalaman orang lain.

Selain masalah mata minus, kondisi mata silinder, buta warna parsial dan plus juga masih aman buat kerja ke Jepang. Selama persyaratan dengan perusahaan yang mau menerima sudah jelas dan terpenuhi, biasanya kamu yang punya kendala mata tetap aman kerja di Jepang!

Pahami Syarat Kesehatan Mata Sejak Awal

Sebelum berangkat, setiap calon peserta biasanya akan menjalani medical check up, termasuk pemeriksaan syarat kesehatan mata untuk ke Jepang. Mata minus, silinder, mata plus, hingga buta warna ringan yang terdeteksi tiggal disesuaikan dengan jalur kerja ke Jepang yang menjadi pilihan.

Contoh saja untuk jalur pemerintah dari KEMNAKER RI memang tidak bisa kalau kamu buta warna parsial atau minus besar. Sedangkan jalur SO swasta di banyak LPK terdaftar terkadang masih bisa untuk kasus mata minus dan buta warna.

Walaupun begitu jika terdapat gangguan penglihatan yang tidak bisa dikoreksi atau berpotensi membahayakan saat bekerja, tentu akan menjadi pertimbangan tersendiri. Contoh saja, mata juling, cacat mata dan buta total, ini jelas tidak bisa untuk kerja ke Jepang!

Itulah mengapa pemeriksaan dokter jauh lebih penting daripada sekadar percaya informasi yang beredar di media sosial. Kalau kamu masih ragu dengan kondisi mata yang dimiliki, sebaiknya konsultasikan sejak awal kepada lembaga pelatihan atau Sending Organization yang memahami persyaratan setiap program. Nantinya, kamu bisa mengetahui jalur yang paling sesuai dengan kondisi kesehatanmu.

Sesuaikan Kondisi Mata Kamu dengan Jalur Pilihan Kerja ke Jepang!

Jadi, jangan buru-buru menyerah kalau impianmu adalah kerja ke Jepang. Memiliki gangguan penglihatan ringan bukan berarti kesempatanmu sudah tertutup. Selama kondisi mata masih memenuhi ketentuan program dan kamu mempersiapkan diri dengan baik, peluang untuk bekerja di Jepang tetap terbuka lebar. Hal yang lebih penting adalah memilih jalur kerja ke Jepang sesuai kondisi kamu!

Kredit Gambar: nrd/Unsplash

Bagikan Artikel Ini