Beli perhiasan di Jepang kini bukan lagi sekadar soal gaya hidup. Di tengah inflasi dan nilai yen yang melemah, semakin banyak masyarakat Jepang membeli emas dan perhiasan sebagai cara menjaga nilai kekayaan mereka.
Menariknya, tren ini justru lebih banyak didorong oleh warga Jepang sendiri, bukan wisatawan asing seperti yang selama ini sering dibayangkan. Lalu, apakah WNI yang sedang bekerja di Jepang juga bisa memanfaatkan peluang investasi seperti ini?
Penjualan Perhiasan Pecahkan Rekor Tertinggi
Data Japan Department Stores Association menunjukkan penjualan perhiasan, logam mulia, dan karya seni di department store Jepang mencapai 330 miliar yen sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka ini naik 19 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dan menjadi rekor tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2008.
Sebagai perbandingan, total penjualan department store secara keseluruhan hanya tumbuh 3,2 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan penjualan perhiasan di Jepang jauh lebih cepat dibanding sektor ritel lainnya.
Salah satu penyebabnya adalah nilai tukar yen yang sempat melemah hingga mendekati 164 yen per dolar AS, ditambah inflasi inti Jepang yang mencapai 1,6 persen pada Juni. Kondisi tersebut membuat banyak orang mulai mencari aset yang dianggap lebih stabil, salah satunya emas.
Masyarakat Jepang Mulai Mengubah Cara Menabung
Perubahan pola pikir ini juga terlihat dari kebiasaan masyarakat dalam mengelola aset. Presiden perusahaan perhiasan Happiness and D, Satoshi Maehara, menyebut semakin banyak orang Jepang yang menempatkan sekitar 5 hingga 10 persen aset mereka dalam bentuk emas. Karena permintaan terus meningkat, perusahaannya kini memperluas penjualan produk perhiasan, tidak lagi hanya mengandalkan jam tangan atau merek mewah impor.
Fakta menarik lainnya, penjualan bebas bea (duty free) hanya naik 3,2 persen. Artinya, lonjakan pembelian bukan berasal dari wisatawan, melainkan dari konsumen domestik yang mulai melihat emas sebagai aset jangka panjang.
Apakah WNI di Jepang Bisa Ikut Investasi Emas?
Bagi WNI yang sedang bekerja di Jepang, tren investasi emas selama kerja di Jepang tentu menarik untuk diperhatikan. Selama memiliki penghasilan tetap dan kondisi keuangan yang sehat, membeli emas atau perhiasan memang bisa menjadi salah satu cara menyimpan nilai aset.
Namun, jangan terburu-buru ikut tren hanya karena banyak orang Jepang melakukannya. Prioritaskan dulu kebutuhan utama seperti biaya hidup, dana darurat, dan tabungan. Setelah kondisi keuangan lebih stabil, barulah mempertimbangkan investasi sesuai kemampuan.
Fenomena beli perhiasan di Jepang ini menunjukkan bagaimana masyarakat Jepang mulai beradaptasi menghadapi ketidakpastian ekonomi. Perhiasan kini bukan hanya pelengkap penampilan, tetapi juga dipandang sebagai salah satu cara menjaga nilai kekayaan di masa depan.
Bagi WNI yang bekerja di sana, tren beli perhiasan di Jepang ini bisa menjadi inspirasi untuk mulai belajar mengelola keuangan dengan lebih bijak, bukan sekadar mengikuti kebiasaan orang lain.
Kredit Gambar: Brooks Leibee/Unsplash