Banyak orang Indonesia membayangkan kerja di pedalaman Jepang serba susah. Padahal, ini tidak sepenuhnya benar! Tidak sedikit peserta magang maupun pekerja Indonesia yang justru mendapatkan penempatan kerja di Jepang dan tetap bisa lancar bekerja!
Bagaimana faktanya kerja di pedalaman Jepang? Apakah lebih sulit dibanding di kota? Jawabannya Belum tentu!
Perbedaan utamanya bukan terletak pada kualitas pekerjaannya, melainkan pada lingkungan tempat tinggal dan kehidupan sehari-hari. Kalau memahami perbedaannya sejak awal, kamu akan lebih mudah beradaptasi ketika sudah tiba di Jepang.
Standar Kerja Tetap Sama, Suasananya yang Berbeda
Di mana pun lokasi perusahaan berada, budaya kerja Jepang tetap mengutamakan disiplin, tanggung jawab, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu.
Namun, suasana kerjanya bisa terasa berbeda. Di kota besar, perusahaan biasanya memiliki jumlah karyawan lebih banyak sehingga pembagian tugas lebih spesifik. Sementara itu, saat kerja di pedalaman Jepang, jumlah pekerja sering lebih sedikit sehingga hubungan antarpegawai terasa lebih akrab dan terkadang saling membantu pekerjaan lain ketika dibutuhkan.
Transportasi Menyesuaikan Lokasi Penempatan
Setelah mengetahui suasana kerjanya, hal lain yang akan langsung terasa adalah transportasi. Di kota besar, kereta dan bus tersedia hampir sepanjang hari sehingga bepergian tanpa kendaraan pribadi bukan masalah. Sebaliknya, di daerah pedesaan jadwal transportasi umum biasanya lebih terbatas.
Karena itu, banyak pekerja menggunakan sepeda, berjalan kaki, atau memanfaatkan kendaraan yang disediakan perusahaan. Jika tinggal di asrama, lokasinya pun umumnya dibuat tidak terlalu jauh dari tempat kerja agar aktivitas sehari-hari tetap nyaman.
Kehidupan Sehari-hari Juga Memiliki Kontras Perbedaan yang Jelas
Perbedaan kerja di kota dan pedalaman Jepang juga terlihat setelah jam kerja selesai. Di kota besar, pusat perbelanjaan, restoran, hingga tempat hiburan lebih mudah dijangkau. Sementara di pedalaman, suasananya cenderung lebih tenang dengan pemandangan alam yang masih asri.
Meski begitu, kebutuhan sehari-hari tetap mudah dipenuhi. Hampir setiap daerah memiliki supermarket, minimarket, apotek, dan fasilitas penting lainnya sehingga pekerja tetap bisa menjalani aktivitas dengan nyaman.
Biaya Hidup dan Pengalaman yang Berbeda
Hal lain yang sering menjadi pertimbangan adalah biaya hidup. Di banyak daerah pedesaan, biaya sewa tempat tinggal maupun kebutuhan sehari-hari umumnya lebih terjangkau dibanding kota besar. Sebaliknya, kota menawarkan akses yang lebih mudah ke berbagai fasilitas dan pilihan aktivitas setelah bekerja.
Karena itu, masing-masing memiliki kelebihan yang berbeda sesuai kebutuhan dan gaya hidup setiap orang. Kalau orang Indonesia sih sudah biasa adaptasi, jadi mau ditaruh dekat kota atau desa Jepang gak akan masalah!
Penempatan Bukan Penentu Kesuksesan Kerja!
Pada akhirnya, penempatan kerja di Jepang hanyalah warna dari perjalananmu. Baik bekerja di kota maupun kerja di pedalaman Jepang, keduanya tetap memberikan kesempatan untuk belajar bahasa Jepang, mengenal budaya kerja, serta mengembangkan pengalaman internasional.
Selain itu, masing-masing tempat memiliki plus minus tersendiri. Jadi, gak ada istilah penempatan kerja sempurna di Jepang!
Makanya, jangan terlalu fokus memikirkan lokasi penempatan. Yang lebih penting adalah kesiapanmu untuk beradaptasi dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Karena di mana pun ditempatkan, pengalaman bekerja di Jepang tetap bisa menjadi bekal berharga untuk masa depan. Nikmati saja kerja di pedalaman Jepang, karena bisa jadi pengalaman tidak terlupakan dalam hidup kamu!
Kredit Gambar: Yosuke Ota/Unsplash