Jepang semakin serius menggunakan robot untuk membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja. Jepang memang bukan negara dengan jumlah robot terbanyak di dunia, tetapi sudah lama menjadi salah satu pemain utama dalam industri robot dan kini mulai membawa teknologi tersebut ke berbagai bidang pekerjaan.
Data terbaru International Federation of Robotics menunjukkan China memiliki stok robot industri terbesar di dunia, sementara Jepang berada di posisi kedua di Asia. Pada 2025, Jepang memasang sekitar 36.219 robot industri di pabriknya.
Namun, perkembangan berikutnya bukan hanya tentang robot pabrik.
Jepang Mulai Mendorong Robot untuk Mengisi Kekurangan Pekerja
Pemerintah Jepang melihat AI Robotics sebagai salah satu cara untuk menghadapi masalah tenaga kerja akibat populasi yang menua dan menyusut. Strategi pemerintah bahkan menargetkan sekitar 10 juta robot AI diterapkan pada 2040 di 18 bidang, termasuk manufaktur, logistik, konstruksi, medis, dan kaigo.
Survei Reuters terhadap 220 perusahaan Jepang juga menunjukkan bahwa 4 persen perusahaan sudah menggunakan AI robot, 5 persen berencana menggunakannya, dan 25 persen sedang mempertimbangkannya. Jadi, teknologi ini memang mulai masuk ke dunia kerja, meskipun belum berarti sebagian besar perusahaan sudah menggunakan robot.
Dari Robot Biasa Menuju Robot Humanoid
Lalu, bagaimana jika robot tidak hanya bisa melakukan satu tugas, tetapi dapat bergerak dan berinteraksi seperti manusia?
Inilah yang sedang dikembangkan Jepang melalui robot humanoid. Pemerintah Jepang memiliki target jangka panjang untuk menciptakan robot AI yang mampu belajar, beradaptasi dengan lingkungan, dan bekerja bersama manusia.
Salah satu contohnya adalah AIREC, robot humanoid yang dikembangkan untuk membantu pekerjaan di bidang kesejahteraan dan kaigo. Robot ini diarahkan untuk membantu manusia melakukan berbagai pekerjaan fisik yang sulit sekaligus berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia.
Perusahaan Jepang seperti Atom juga mengembangkan humanoid dengan dua tangan dan dua kaki yang dirancang untuk bekerja di lingkungan industri. Pengembangannya tidak hanya mencakup bentuk fisik, tetapi juga physical AI agar robot mampu memahami lingkungan dan menentukan tindakan.
Mungkinkah Punya Asisten Berbentuk Manusia?
Bayangkan suatu hari ada robot yang bisa membantu membawa barang, membersihkan rumah, mengambil sesuatu, membantu pekerjaan tertentu, atau mendampingi lansia ketika membutuhkan bantuan.
Itulah salah satu gambaran masa depan yang sedang dikejar melalui pengembangan humanoid. Namun, teknologinya masih jauh dari sempurna. Pada 2025, hanya sekitar 7.000 humanoid yang terjual secara global untuk penggunaan industri dan layanan profesional, dan banyak di antaranya masih digunakan untuk riset serta pengembangan AI.
Semoga pengembangan robot humanoid Jepang terus berkembang dengan baik, bukan untuk menghilangkan peran manusia, tetapi untuk membantu pekerjaan yang semakin sulit dilakukan karena kekurangan tenaga kerja. Semoga teknologi ini nantinya benar-benar bisa menjadi asisten yang aman, bermanfaat, dan mampu mendukung kehidupan manusia di masa depan.
Kredit Gambar: Lilian Do Khac/Unsplash