Gaji besar lulusan SMA dan SMK masih menjadi impian banyak anak muda Indonesia yang memutuskan langsung bekerja setelah lulus sekolah. Bukan karena mereka tidak ingin kuliah, namun biaya pendidikan sering menjadi kendala bagi sebagian keluarga.
Akhirnya, bekerja menjadi pilihan untuk segera mendapatkan penghasilan dan membantu kondisi ekonomi keluarga.
Namun, masalah baru sering muncul setelah mulai bekerja. Gaji yang diterima terasa kecil, sementara biaya hidup terus meningkat. Inilah yang membuat banyak anak muda mulai mempertanyakan seperti apa peluang mereka untuk mendapatkan penghasilan lebih besar tanpa harus memiliki gelar S1.
Langsung Kerja Setelah Lulus, Tapi Gaji Terasa Kecil
Secara rata-rata, tingkat pendidikan memang masih memiliki hubungan dengan besarnya pendapatan pekerja di Indonesia.
Data BPS menunjukkan rata-rata upah pekerja lulusan SMA dan SMK berada di bawah rata-rata lulusan pendidikan tinggi. Namun, kondisi setiap pekerja tentu berbeda karena gaji juga dipengaruhi lokasi, sektor industri, pengalaman, dan jenis pekerjaan.
Di sinilah masalah gaji kerja di Indonesia mulai dirasakan sebagian lulusan pendidikan menengah. Banyak pekerjaan entry-level memiliki persaingan tinggi. Akibatnya, lulusan SMA dan SMK sering memulai karier dari posisi dengan pendapatan yang terbatas.
Bukan berarti lulusan SMA dan SMK tidak bisa sukses. Namun, mereka biasanya perlu memiliki keterampilan tambahan agar bisa keluar dari persaingan pekerjaan umum.
Pengangguran Lulusan SMA dan SMK Masih Menjadi Tantangan
Masalahnya bukan hanya soal gaji. Persaingan mencari pekerjaan juga menjadi tantangan bagi lulusan pendidikan menengah.
Berdasarkan data BPS Agustus 2025, terdapat sekitar 2,29 juta penganggur lulusan SMA dan sekitar 1,92 juta penganggur lulusan SMK. Tingkat pengangguran terbuka pada kelompok pendidikan menengah juga menjadi yang tertinggi dibanding beberapa kelompok pendidikan lainnya.
Angka tersebut menunjukkan bahwa jumlah anak muda yang mencari pekerjaan setelah lulus masih sangat besar.
Maka dari itu, peluang kerja lulusan SMA dan SMK tidak hanya bergantung pada banyaknya lowongan yang tersedia. Kemampuan untuk memiliki keterampilan yang berbeda dari pelamar lain juga semakin penting.
Bahasa asing, sertifikasi teknis, kemampuan kerja industri, dan pengalaman menjadi modal tambahan yang dapat meningkatkan pilihan karier.
Jepang Bisa Menjadi Salah Satu Alternatif
Salah satu peluang yang mulai semakin dilirik adalah bekerja di luar negeri, termasuk Jepang. Jepang sendiri sedang menghadapi masalah kekurangan tenaga kerja akibat perubahan struktur penduduk dan tingginya jumlah lansia. Pemerintah dan perusahaan Jepang semakin menggunakan tenaga kerja asing untuk membantu memenuhi kebutuhan berbagai sektor.
Data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang menunjukkan jumlah pekerja asing di Jepang telah mencapai lebih dari 2,57 juta orang pada Oktober 2025. Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi dan menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga kerja asing di Jepang masih terus berkembang.
Sementara itu, pemerintah Indonesia pada 2025 menyampaikan bahwa Jepang memiliki kebutuhan tenaga kerja sekitar 639.000 orang per tahun dari berbagai negara. Tentu angka tersebut bukan berarti Jepang menyediakan 639.000 pekerjaan khusus bagi Indonesia.
Namun, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga kerja Jepang cukup besar dan Indonesia memiliki kesempatan untuk mengambil bagian lebih banyak.
Skill dan Bahasa Bisa Membuka Jalan Baru
Jalur kerja Jepang juga tidak hanya terbatas pada pekerja dengan pendidikan universitas. Lulusan SMA dan SMK dapat mencoba berbagai jalur kerja sesuai persyaratan yang berlaku, termasuk bidang manufaktur, pertanian, perikanan, konstruksi, layanan makanan, perhotelan hingga perawatan lansia.
Namun, untuk bisa memanfaatkan peluang tersebut, kemampuan bahasa Jepang dan keterampilan kerja harus kamu asah. Makanya disarankan kamu ikut pelatihan dan persiapan dulu.
Sertifikat bahasa dan keterampilan dapat menjadi modal untuk bersaing mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Kalau merasa kesulitan pemenuhannya, jalur magang ke Jepang juga tersedia dengan syarat yang lebih ringan, walaupun tetap harus ada syarat sertifikat bahasa!
Penghasilan Yen Bisa Membantu Kondisi Keluarga
Bila semua syarat terpenuhi dan kamu bisa bekerja di Jepang, tentu kamu berpeluang dapatkan gaji lebih besar.
Walaupun biaya hidup, pajak, asuransi, dan kebutuhan sehari-hari tetap besar di Jepang, hasil kerja kamu tetap besar jika dikirim pulang. Pendapatan dalam bentuk Yen dapat memberikan peluang berbeda saat dikirim ke keluarga di Indonesia.
Bayangkan gaji rata-rata sekitar 150.000 Yen per bulan hanya kerja magang, sedangkan pengeluaran rata-rata WNI di Jepang biasa capai 100.000 Yen per bulan untuk hidup nyaman. Kamu bisa kirim ke rumah 50.000 Yen per bulan yang di tanggal 1 September 2026 ini berkisar sekitar 5,5 juta Rupiah.
Menghidupi keluarga di Indonesia dari Jepang dengan uang tersebut sudah di atas UMR tentunya. Jadi terhitung sangat besar. Kalau kerja di Indonesia, kirim uang ke rumah belum tentu bisa sampai bebesar itu!
Nah, kalau bisa ikut jalur kerja ke Jepang yang bukan magang, tentu pendapatan bisa lebih besar. Kalau ingin dapatkan gaji besar lulusan SMA dan SMK bisa coba pelatihan di Ayaka Jossei Center dan berangkat kerja ke Jepang. Siapa yang mau?
Kredit Gambar: Mufid Majnun/Unsplash