Kembali Ke Blog
kerja Jepang Sep 12, 2026 161 Views

Apakah Pernah Patah Tulang Masih Bisa Kerja di Jepang? Bisa Tapi Banyak Catatannya!

A
Ayaka Author
Penulis Resmi AJC
Apakah Pernah Patah Tulang Masih Bisa Kerja di Jepang? Bisa Tapi Banyak Catatannya!

Pernah patah tulang, dislokasi, skoliosis, atau punya kondisi tulang yang tidak normal bukan berarti otomatis tidak bisa bekerja di Jepang. Namun, kalau kamu sedang mencari tahu apakah patah tulang masih bisa kerja di Jepang, jawabannya memang punya banyak catatan.

Pasalnya, setiap jalur kerja dan jenis pekerjaan bisa mempunyai persyaratan kesehatan yang berbeda.

Kenapa Ada Jalur yang Melarang Riwayat Patah Tulang?

Hal pertama yang perlu dipahami adalah tidak semua jalur kerja ke Jepang menggunakan persyaratan yang sama.

Contohnya, IM Japan mencantumkan pemeriksaan kesehatan dan tes fisik dalam proses seleksi Technical Intern Training. Pemeriksaan medis digunakan untuk melihat apakah terdapat kondisi kesehatan yang dapat mengganggu pelaksanaan training berdasarkan standar medis Jepang. Tes fisiknya juga mencakup aktivitas seperti lari dan push-up.

Artinya, ketika kamu menemukan lowongan yang mencantumkan syarat seperti tidak boleh memiliki riwayat patah tulang atau kelainan fisik tertentu, jangan langsung menyimpulkan bahwa gagal kerja di Jepang karena patah tulang berlaku untuk semua pekerjaan.

Persyaratan tersebut bisa merupakan ketentuan dari jalur, program, proses seleksi, atau pekerjaan tertentu.

Masalah Tulang Bisa Jadi Tantangan untuk Pekerjaan Fisik

Kenapa kondisi tulang diperhatikan? Karena beberapa pekerjaan di Jepang memang membutuhkan kemampuan fisik. IM Japan, misalnya, memiliki bidang seperti manufaktur mesin dan logam serta berbagai pekerjaan konstruksi.

Pekerjaan seperti ini dapat melibatkan berdiri lama, mengangkat barang, membungkuk, menggunakan alat, atau melakukan gerakan berulang.

Kalau seseorang memiliki kondisi tulang yang menyebabkan keterbatasan gerak atau mudah mengalami nyeri, tentu kemampuan menjalankan pekerjaan tersebut perlu dipertimbangkan.

Jadi, persoalannya bukan sekadar “pernah patah tulang atau tidak”, tetapi bagaimana kondisi tubuh saat ini dan apakah masih memengaruhi kemampuan bekerja.

Bagaimana dengan Linu Patah Tulang di Jepang Saat Musim Dingin?

Ini juga bukan sekadar mitos. Menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang (MHLW), paparan suhu dingin dapat menjadi salah satu faktor yang memperburuk atau memicu nyeri pinggang. MHLW juga menjelaskan bahwa kondisi dingin dapat membuat otot menegang dan karena itu lingkungan kerja perlu dikelola dengan baik, termasuk penggunaan pakaian penghangat ketika bekerja di suhu rendah.

Karena itu, linu patah tulang di Jepang atau keluhan muskuloskeletal lainnya memang bisa menjadi tantangan bagi sebagian pekerja. Apalagi kalau pekerjaan dilakukan di luar ruangan atau membutuhkan aktivitas fisik tinggi. Ketika nyeri kambuh, gerakan, konsentrasi, dan kemampuan menyelesaikan pekerjaan bisa ikut terganggu.

Jadi, Masih Bisa Kerja di Jepang?

Bisa, tetapi jangan menyamakan semua kondisi tulang dan semua jalur kerja. Seseorang yang pernah patah tulang dan sudah pulih tanpa gangguan fungsi tentu berbeda dengan orang yang masih mengalami nyeri, keterbatasan gerak, atau masalah tulang belakang.

Karena itu, kalau kamu punya riwayat patah tulang, jangan langsung menyimpulkan tidak punya kesempatan bekerja di Jepang. Periksa kondisi kesehatan, pahami persyaratan jalur yang dipilih, lalu cocokkan dengan jenis pekerjaan yang akan dilakukan.

Dengan begitu, kamu tidak hanya mengejar keberangkatan, tetapi juga memastikan kondisi tubuh memang siap menghadapi pekerjaan dan kehidupan di Jepang.

Kredit Gambar: Harlie Raethel/Unsplash

Bagikan Artikel Ini