Belanja bahan makanan di Jepang bisa menjadi tantangan tersendiri bagi WNI yang baru mulai tinggal dan bekerja di sana. Harga makanan tidak selalu murah, apalagi harga bahan segar di Jepang dapat berubah karena musim, cuaca, lokasi, hingga kondisi pasar.
Namun, hidup hemat bukan berarti harus setiap hari makan mie instan. Kalau tahu cara memilih bahan makanan, kamu tetap bisa makan cukup bergizi tanpa membuat pengeluaran bulanan terlalu berat.
1. Gunakan Telur dan Produk Kedelai sebagai Protein Praktis
Kalau ingin mencari sumber protein yang relatif mudah ditemukan, telur dan produk kedelai bisa menjadi pilihan praktis.
Telur memang mengalami perubahan harga di Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Jadi, tidak tepat jika menganggap telur selalu sangat murah. Namun dibandingkan banyak pilihan protein lain, telur tetap praktis karena mudah diolah untuk berbagai menu.
Selain itu, coba kenali bahan seperti tahu dan natto. Produk kedelai cukup umum ditemukan di supermarket Jepang dan bisa menjadi tambahan protein untuk menu harian.
2. Beli Ikan Berdasarkan Musim dan Diskon
Belanja bahan makanan di Jepang juga akan lebih hemat jika kamu tidak terpaku pada satu jenis ikan saja.
Harga ikan sangat berbeda tergantung jenis dan musim. Beberapa ikan bisa lebih terjangkau ketika sedang musim atau tersedia dalam jumlah banyak. Sebaliknya, ikan tertentu dapat terasa mahal ketika bukan musimnya.
Selain melihat harga normal, perhatikan juga stiker diskon. Menjelang supermarket tutup, beberapa produk segar termasuk ikan dan daging dapat diberi potongan harga untuk menghabiskan stok.
3. Pilih Sayuran Berdasarkan Harga Mingguan
Jangan punya kebiasaan membeli sayuran yang sama setiap minggu tanpa melihat harganya.
Harga sayuran di Jepang bisa berubah cukup besar karena musim dan cuaca. Kol yang murah minggu ini belum tentu murah minggu depan. Jadi, lebih baik lihat dulu sayuran apa yang sedang banyak tersedia dan sedang mendapat promo.
Beberapa supermarket Jepang juga memiliki hari khusus ketika kategori tertentu, termasuk sayuran, dijual lebih murah. Kebiasaan sederhana mengecek promo seperti ini bisa membantu belanja bahan makanan irit di Jepang.
4. Manfaatkan Frozen Food untuk Bahan Tertentu
Bahan makanan beku tidak selalu berarti kualitasnya buruk.
Untuk beberapa bahan seperti sayuran tertentu, edamame, ikan, atau makanan yang akan disimpan cukup lama, produk frozen bisa lebih praktis. Kamu juga tidak perlu terlalu sering membuang bahan makanan karena sudah rusak sebelum sempat dimasak.
Supermarket dengan konsep grosir atau diskon juga sering menyediakan produk frozen dalam ukuran lebih besar. Namun, tetap perhatikan ukuran kemasan. Membeli banyak hanya menguntungkan kalau kamu benar-benar bisa menghabiskannya.
5. Jangan Mudah Tergiur Harga, Tapi Fokus Nutrisinya!
Kesalahan saat ingin hemat adalah hanya membeli bahan yang paling murah tanpa memikirkan menu secara keseluruhan.
Makan sehat tidak harus menggunakan bahan mahal. Kamu bisa mengombinasikan sumber protein seperti telur atau tahu, sayuran yang sedang murah, serta ikan atau protein lain yang sedang diskon.
Cara ini bisa membantu kamu menjaga pengeluaran sekaligus membuat makanan tidak monoton. Jadi, cara berhemat tinggal di Jepang bukan hanya soal mencari harga termurah, tapi belajar memilih bahan sesuai harga dan kebutuhan.
Pada akhirnya, belanja bahan makanan di Jepang akan terasa jauh lebih mudah setelah kamu terbiasa memperhatikan musim, diskon, harga mingguan, dan kombinasi nutrisi dalam menu sehari-hari.
Kredit Gambar: Ella Olsson/Unsplash